As her mental state deteriorates, the line between reality and hallucination disappears. She begins to experience gruesome visions of death and self-destruction.
Sepanjang film, penonton disuguhi adegan kekerasan eksplisit, mutilasi (menggunakan boneka praktis yang sangat realistis), dan tentu saja, adegan vomiting (muntah) yang berulang dan tidak disensor. Yang membuat film ini berbeda dari slasher biasa adalah nuansa surreal , dream-like , dan editing yang sengaja kacau (glitchy, fast cuts, distorsi audio).
Dalam kondisi mental yang rapuh, Angela diduga membuat kesepakatan dengan setan (Satan). Halusinasi dan Kematian:
: Directed, written, and edited by Lucifer Valentine (also known as Shawn Fedorchuk) under his "Kingdom of Hell Productions". Availability & "Sub Indo" Context